Donnarumma Bakal Bertahan Di AC Milan

donnarumma bakal bertahan di ac milan

Gonjang-ganjing masalah kepemilikan klub AC Milan yang kabarnya akan dibeli investor China, ternyata tak serta merta membuat manajemen klub melakukan hal gegabah, seperti menjual pemain bertalenta. Hal ini terbukti dari keinginan klub untuk tetap mempertahankan kiper mudanya Donnarumma meskipun sejumlah klub sudah menawarnya dengan harga sangat tinggi.

Barcelona disebut sebagai salah satu klub yang kepincut dengan kepiawaian pemain 17 tahun itu menjaga gawangnya. Bahkan klub raksasa asal Catalan itu diisukan sudah mempersiapkan biaya transfer mencapai 80 juta Euro atau sekira Rp1,2 triliun. Tak hanya Barca, Chelsea yang sedang terpuruk di Liga Utama Inggrispun dikaitkan dengan pembelian pemain yang dijuluki titisan Buffon ini. Presiden AC Milan Silvio Berlusconi menegaskan sampai saat ini klub akan mempertahankan pemain yang memulai debutnya musim 2015/2016 tersebut. Bahkan dengan lantang dia menyebutkan bahwa dibayar setinggi apapun Milan tak akan menjualnya ke klub lain.

Donnarumma Siap Jadi Kapten AC Milan Masa Depan

donnarumma bertahan di ac milan

Bak gayung bersambut, keinginan klub untuk mempertahankan Donnarumma juga merupakan impian sang pemain. Dia mengatakan bahwa akan lama berseragam AC Milan, bahkan bermimpi menjadi kapten Rossonerri di masa yang akan datang. Sebab menurutnya meskipun saat ini timnya terseok dan gagal mencapai prestasi apapun, namun waktu kebangkitan itu sudah dekat, dan dia ingin menjadi bagian dari skuat sempurna Milan musim depan, yang ikut membantu tim meraih banyak gelar lagi.

Kalau bicara soal performa, sejak dipercaya oleh mantan pelatih Milan Sinisa Mihajlovic awal musim lalu sebagai kiper lapis tiga untuk menggantikan Christian Abbiati dan Diego Lopez, Donnarumma memperlihatkan antusias yang sangat tinggi untuk membela timnya. Tercatat dalam musim ini dia sudah mencetak 11 cleansheet dari total 30 penampilan. Untuk kiper seusianya, prestasi tersebut sangat luar biasa, jadi wajar saja jika banyak klub yang kepincut dengan performanya, mengingat jalan karirnya masih panjang, dan kemungkinan untuk meningkatkan performa bahkan melampaui idolanya Gianluigi Buffon bisa terealisasi.

Nasib Donnarumma Berbanding Terbalik Dengan Fernando Torres

Jika klub AC Milan mati-matian mempertahankan keberadaan Donnarumma di tengah skuat inti. Hal berbeda dialami mantan striker AC Milan yang “dibuang” ke Atletico Madrid Fernando Torres, pemain 32 tahun tersebut pernah merasakan pahitnya menjadi pemain pinjaman yang tak dianggap oleh tim, padahal jika melihat rekam jejaknya sebagai seorang penyerang cukup banyak prestasi yang sudah dihasilkannya sejak debut karir profesionalnya tahun 2001 silam.

Memang saat awal karir dia merupakan pemain tersubur Atletico pada musim 2001 hingga 2007, dengan 82 gol dari 214 pertandingannya. Ketika berseragam Liverpool, Torres juga mampu menorehkan prestasi gemilang dengan 65 gol dari 102 laga. Begitu juga saat membela Chelsea dengan 20 gol dari 110 pertandingan. Namun ketika dipinjamkan Chelsea ke Milan, memang Torres sempat tumpul  sehingga Rossonerri menjual pemain asal Spanyol ini ke Atletico yang merupakan klub senior pertamanya. Dan kini Torres sudah kembali bertuah dengan memberikan banyak gol bagi Los Rojiblancos.

Kondisi inilah yang kemudian membuat CEO AC Milan Galliani menyesal telah memperlakukan Torres secara tidak baik saat masih berada di Milan. Diapun tak menutup harapan agar pemain yang mencetak gol penentu saat mengalahkan Barcelona di semifinal Liga Champions 2015/2016 itu, bisa kembali ke Milan dan memperkuat tim yang saat ini tengah mengenaskan. Sayangnya Torres mengaku sangat nyaman bersama Atletico yang memberikannya ruang gerak leluasa untuk memperlihatkan kemampuan terbaiknya.

Setelah melihat perbandingan perlakuan yang dialami Donnarumma dan Fernando Torres setidaknya bisa jadi alasan untuk menilai bahwa terkadang sepak bola itu kejam, karena mampu menghancurkan hidup seorang pemain, namun juga bisa sangat bersahabat ketika mampu mendukung seorang pemain mencapai karir terbaiknya.